Label

Sabtu, 23 Juni 2012

Giliran SMKN4 Jakarta Unjuk Gigi, Rakit Semi Truk 1800CC


smkn
KIPRAH siswa SMK DKI Jakarta terus berkibar.
Setelah SMKN 29 merakit pesawat Jabiru, giliran SMKN 4
‘unjuk gigi’ dengan mobil rakitan pick-up ‘Esemka’.
Hal menggembirakan mobil 1800 CC ini sudah lulus uji emisi yang
disahkan Ditjen Perhubungan Darat.
Bahkan produk karya siswa sekolah bertaraf internasional (SBI) itu mulai dilirik konsumen.
Sedikitnya sudah terjual 4 unit @ Rp132 juta.

Kepala SMKN 4, Drs Wahidin Ganef,MM menjelaskan pick-up ini
sebagai lanjutan praktek pelatihan
kewirausahaan para siswa yang sebelumnya sukses merakit jenis
SUV 2000 CC 16 Valve ‘Esemka’.
“Meski pick-up, tapi daya angkutnya sudah semi truk. Apalagi kendaraan ini hemat BBM
karena berbahan bakar hidrogen (H2) generator,
” ujarnya saat Pameran Produk Kreatif Daerah 
2012 di Jakarta, pekan lalu.
Satu liter H2 dapat menempuh sekitar 20 Km.
Bahan bakar ini mudah diperoleh di perusahaan
otomotif maupun diproduksi sendiri secara elektrolisasi dengan campuran air mineral.
Wahidin menjelaskan, proyek ini dibiayai Direktorat SMK Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan Rp1,7 miliar.
Dalam program ini, SMKN 4 berkolaborasi dengan pabrikan Dong Feng (Sun Yu) dari Cina.
Serta mitra industri otomotif dalam negeri yang kini sedang mengurus perizinan untuk menjadi
agen tunggal pemegang merek (ATPM).
“Kami menggandeng ATPM, untuk membantu dalam
memasarkan produk otomotif anak didik kami,”
paparnya didampingi Agus Martoyo, guru SMKN 4
 bidang Elektronika Industri dan bidang pengembangan SMK.
Kini berbagai komponen didatangkan langsung dari Cina. Kelak, siswa dibolehkan
 memodifikasi dan merancangnya.
Termasuk membuat sendiri serangkaian komponen lalu dipatenkan.
Strategi ini diakui Wahidin agar kelak para siswa mampu membuat semi truk secara
menyeluruh (100 persen) untuk menekan biaya produksi. “Dengan membuat sendiri dari
nol, siswa dapat semakin mengembangkan kreativitas, inovasi dan produktivitas,
” urai Wahidin yang juga Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Kejuruan (SMK) atau K3SK.
Ia optimis bisnis perakitan pick-up ini dapat berkembang karena dukungan pabrikan,
ATPM dan jaringan 33 SMKN se-Indonesia. Terlebih lagi jika siswanya sudah mampu
seratus persen memproduksi sendiri.
Pangsa pasar untuk produk ini diakui Wahidin sangat bagus.
Selain akan ditawarkan ke instansi pemerintah, swasta khususnya di sektor pertanian
dan perkebunan sebagai bagian dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Satu unit truk ‘Esemka’ digarap 5 tim dan mampu merakit 3 unit per hari.
Kini ada 47 unit ready stock yang siap dipasarkan.
Ahmad Dasuki,16, Kelas-X jurusan Otomotif dan Ototronik SMKN 4
mengaku senang dan bangga bisa merakit kendaraan itu apalagi sudah laku terjual.
“Saya dan teman-teman sangat senang bisa mempraktekkan ilmu ini. Jadi kami
 tidak hanya kenyang teori aja,” ujarnya yang diamini teman sekelasnya
Khairul Fadli,15, dan Sanny Amarta,16.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar